Kampung Budaya Bogor

Wisata Budaya di Sindang Barang

Tentang Keistimewaan Wisata Budaya

Bagi anda yang sedang mencari tempat wisata bogor yang berbeda di wilayah Bogor, tidak ada salahnya untuk mampir ke Kampung Budaya Sindang Barang. Sebuah kampung adat yang berada di wilayah Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.


Back to Nature Itulah kalimat yang menggambarkan lokasi wisata tersebut. 20 bangunan adat serta sejuknya area pemandangan, bisa membuat pengunjung tidak berhenti untuk berswafoto dengan latar belakang bangunan yang ada.
Bagi pengunjung yang hendak menginap di Kampung seluas 8600 meter persegi, dikenakan tarif dengan harga 350 Ribu perorangnya dengan waktu 2 hari 1 malam.

 

Disini para pengunjung akan ditawarkan berbagai kegiatan alamiah dan mengenang nostalgia di masa kecil. Mulai dari menanam padi, aneka pemainan tradisional serta disuguhkan kesenian khas angklung gubrak. Sementara bagi yang tidak menginap, dikenakan biaya 150 ribu per orangnya. Harga harga tersebut sudah termasuk makan yang telah disajikan oleh pengelola.


Ukat Sukatma, kokolot Kampung Budaya menceritakan awal dibukanya menjadi tempat wisata ini, saat para pengelola kebingungan dengan mencari biaya perawatan bangunan adat. Apalagi pihak pengelola juga harus menggaji 9 karyawannya secara rutin. Pihaknya pun sempat menanyakan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk biaya tersebut namun tidak membuahkan hasil. Pihak Pemda pun menyarankan agar pengelola membuat wisata budaya.

Kampung Budaya Sindang Barang terletak di Bogor, tepatnya di desa Pasir Eurih. Dari Jakarta bisa ditempuh dengan naik kereta ke Stasiun Bogor dan disambung dengan angkot.

 

Kampung budaya Sindang Barang ini, masih asri dan khas. Tempatnya yang sejuk  masih terdapat sawah-sawah yang membentang disekitarnya dan jalanan yang berbatuan. Serta banyak bambu membuat tempat ini lebih terlihat asri seperti zaman sunda terdahulu.


Adapula kolam ikan dan dapur di sekitaran kampung tersebut , di kolam tersebut terdapat ikan emas yang jika banyak turis yang datang , di adakannya permainan untuk meangkap ikan. Letak dapur dan kolam ikan tersebut tidak terlalu jauh, hanya saja dapur yang di dalam rumah tepatnyanya di belakang, dan kolam ikan letaknya di belakang di luar rumah.
Lingkungan di kampung tersebut seperti desa, tetapi budaya – budaya di kampung tersebut tidak kalah indahnya dengan kampung di kebudayaan lain. Pakaian di kebudayaan tersebut juga tergolong pakaian yang masih digunakan oleh orang tradisional di pasundan, Jawa Barat. Karena letak kampung ini adalah di Jawa Barat, maka budaya yang kental dan yang terdapat di kampung ini adalah budaya adat sunda.


Kebudayaan yang menjadi kebiasaan mereka adalah bahasa yang mereka gunakan yaitu menggunakan bahasa sunda yang kental, dan pakaian yang digunakan masih memakai blankon ikat. Di kampung sindang barang ini, orang–orang yang singgah atau tinggal di sindang barang ini pun memakai baju khas pasundan atau sunda, dan yang laki–laki, memakai kain di atas kepalanya, seperti blankon jika di jawa tengah. Tetapi ketua adat di sindang barang tersebut menjelaskan kalau kain yang dipakainya itu adalah asal mula awal dari terbentuknya blankon yang lebih praktis, dibandingkan dengan blankon kain yang diikat – ikat yang berasal dari sunda modern.


Blankon ikat adalah blankon yang bentuknya seperti tutup kepala, yang seperti dikatakan oleh wakil dari kepala kampung tersebut adalah blankon jawa yang awalnya adalah dari jawa barat, kemudian jawa–jawa lainnya mengikuti modelnya tetapi seperti topi. 

 

Bukan hanya udara segar yang kami peroleh di sini, berbagai rupa budaya Sunda pun bisa kami pelajari. Di sini kami berjumpa dengan Pak Ukat Sukatma, sang tetua di kampung budaya Sindang Barang. Lewat Beliau kami mengetahui berbagai kisah dan sejarah di tanah Sunda. Mulai dari cerita kejayaan Raja Siliwangi, tragedi Perang Bubat antara Kerajaan Pakuan Galuh dan Majapahit, asal muasal berdirinya Kampung Sindang Barang, hingga ke suka duka Buruh Tani Indonesia di tanah pasundan pada masa Gestapu.

 

Kami juga belajar menumbuk padi dan seni memainkan lesung untuk perayaan tradisi Seren Taun. Tradisi Seren Taun adalah tradisi tahunan yang diadakan di Kampung Sindang Barang untuk mensyukuri hasil panen. Dalam perayaannya sering disajikan berbagai kesenian dan budaya Sunda, dari tari-tarian, seni beladiri, musik gamelan dan berbagai makanan khas sunda.

 

Seni memainkan lesung sendiri terinspirasi dari kisah Nyai Pohaci Sanghyang Asri atau jika di Jawa dikenal sebagai Dewi Sri, yaitu Dewi Padi dan Pertanian.

 

Saat ini rumah-rumah adat di Kampung Budaya Sindangbarang telah direkontruksi dan direvitalisasi dengan bimbingan dan petunjuk dari Bapak Anis Djatisunda seorang Sesepuh Sindangbarang dan Budayawan Jawa Barat. Revitalisasi budaya dan rumah-rumah adat tersebut memang perlu dilakukan agar orang sunda tidak kehilangan jati dirinya. Rumah – rumah yang terdapat di sindang barang masih terbuat dari bilik – bilik, atau seperti anyaman yang terbuat dari bambu, baunya pun masih terasa, dari pintu, tembok dan jendelanya pun masih terlihat jelas, seperti rumah adat sunda.

 

Di Kampung budaya Sindangbarang terdapat 8 macam kesenian Sunda yang telah direvitalisasi dan dilestarikan oleh para penduduknya. Yaitu : Seni Gondang, Parebut Se’eng, Kendang Pencak, Seni Reog, Angklung gubrag, Rampak Gendang, Calung dan Jaipong.


Untuk melestarikan kesenian tradisional di kampung budaya, maka diselenggarakan pelatihan tari dan gamelan untuk generasi muda secara gratis oleh Kampung Budaya Sindang Barang, Anak-anak muda yang telah mahir di bidang kesenian masing-masing maka akan dilibatkan dalam pementasan menyambut tamu yang tentunya akan menambah penghasilan untuk mereka sendiri.


Disini terdapat pula situs-situs purbakala peninggalan kerajaan Pajajaran berupa Bukit-bukit berundak. Untuk melestarikan situs-situs purbakala , kampung budaya bekerja sama dengan FIB UI melakukan penelitian, dokumentasi dan menyelenggarakan seminar mengenai situs peninggalan kerajaan Pajajaran tersebut. Cerita rakyat mengenai Sindangbarang sendiri telah dicoba untuk dibukukan oleh teman-teman dari FIB UI.

 

Kesimpulan

Salah satu objek tempat wisata di bogor yaitu Kampung Budaya Sindang Barang terletak di Jalan Endang Sumawijaya, RT. 02 / RW. 08, Sindang Barang, Dukuh Menteng, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Pasireurih, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.


Kampung Sindang Barang dipercaya sudah ada sejak abad ke-XII. Dahulunya di Kampung Budaya ini terdapat suatu Kerajaan Bawahan yang bernama Sindangbarang dengan Ibu kotanya Kutabarang. Selain itu, Sindang Barang merupakah sebuah keraton tempat tinggal salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Konon katanya, Kampung budaya ini dulunya merupakan tempat berlatih para ksatria kerajaan. Ada pula situs purbakala peninggalan Kerajaan Sunda yang bisa Anda lihat ketika trekking melewati persawahan dan sungai. Dahulu pada zaman ini agamanya yaitu Sunda Wiwitan.


Rumah – rumah yang terdapat di sindang barang masih terbuat dari bilik – bilik, atau seperti anyaman yang terbuat dari bambu, baunya pun masih terasa, dari pintu, tembok dan jendelanya pun masih terlihat jelas, seperti rumah adat sunda. Diantaranya ada : Imah Gede, Saung telu, Girang Serah Saung Lisung, Tempat Kesenian, 2 Bangunan Pasanggrahan, Bale Riungan, Bale Pertirtaan, 2 Bangunan Tampian, Tanjung Bale Agung, 3 bangunan Panengeun, 6 bangunan Pangiwa.
Upacara adat dan tradisi nya yaitu,  Seren Tau, Upacara menanam padi, Pesta pueragurubumi. Dan di Kampung budaya Sindangbarang terdapat 8 macam kesenian Sunda yang telah direvitalisasi dan dilestarikan oleh para penduduknya. Yaitu : Seni Gondang, Parebut Se’eng, Kendang Pencak, Seni Reog, Angklung gubrag, Rampak Gendang, Calung dan Jaipong.

 

Tips

Begitu banyak keunikan serta tradisi adat dari berbagai belahan di Indonesia. Dengan keberagaman seperti itu kita sebagai warga Indonesia harus melestarikan kesenian-kesenian adat yang ada agar kelak anak cucu kita yang lainnya tetap mengenal dan mengetahui tradisi-tradisi adat kesenian Indonesia yang salah satunya ada di Kampung Budaya Sindang Barang ini. 

templategratisonepagetemplateonepagegratias
Create Website | Free and Easy Website Builder